Karena
malam ini katanya anak teman mama bakalan nginap dirumah ku, ya terpaksa aku
dan kak dika masak banyak buat kami semua. Menu malam ini adalah ayam goreng
tepung rica rica super pedaaasss, haha lumayan deh buat ngeospek orang baru
dirumahku.
“yu, nggak kebanyakan tuh cabenya ?
ntar yang makan mules mules lagi.” Kata kak dika.
“ini nggak pedes kak, ntar deh
dicobain.” Kata ku meyakinkan
“iya deh, eh yu malam ini minum jus
atau es sirup ?”
“mayu pengen jus kak, jus wortel
jeruk, hmmm enak enak.” Kata ku sambil mengelus perut.
“oke deh,kira-kira siapa ya yu anak
temennya mama, mencurigakan.” Kata kak dika.
“ihh kakak nggak boleh su’udzon sama
mama, ntar kualat loh.”
Makan malam sudah selesai, sekarang
tinggal siapin di meja makan. Tapi nggak lama kemudian, bel rumah berbunyi.
“kak, bukain pintu dong. Mayu lagi
prepare nih, cepetin.” Kata ku sambil menyusun piring.
“aduh mayu, kakak masih ngeblender
jus nih, kamu aja gih sana, cepeeet.” Ihh kak dika kok malah balik nyuruh sih,
mana aku masih pake clemek lagi.
Aku pun langsung menuju pintu, saat
ku buka pintu. Terlihat seorang cowok berperawakan yang nggak asing di mata ku.
INI KAN ARGA !!!
“loh mayu, kamu ngapain disini ?”
tanya arga heran. Kok malah nanya sih, harusnya aku yang nanya ngapain dia
kesini, tau dari mana alamat rumahku.
“heh harusnya aku yang nanya ke
kamu, ngapain kamu kesini ?” tanya ku ketus.
“ya aku disuruh tante anggrek
kesini, trus ini rumah kamu?”
“ya iyalah dodol ini rumahku, bentar
ya, awas !! jangan berani injak lantai rumahku tanpa seijin aku.” Kata ku
mengancam. Aku pun langsung pergi menuju dapur.
“kak dika, buruan telpon mama, apa
nggak salahtamunya ? tamu yang di depan itu arga kak.”kata ku dengan nafas
terengah-engah.
“hah ? yang bener ? yaudah kaka
telpon mama bentar. Suruh masuk gih arganya.” Kata kak dika.
“KAKAK SUDAH GILA, AKU NGGAK MAU
KALO COWO TENGIL ITU MASUK DIRUMAH KITA.” Kata ku berteriak. Kak dika nggak
menghiraukan ku, dia asyik memencet tombol angka yang ada di telepon rumah.
“halo, mama ? nama anak teman mama
yang bakal tinggal disini siapa ?...hah ?...oh udah sampe kok mah, tuh ada di
ruang tamu sama mayu..oh oke mah, love you.” Kak dika pun menaruh gagang
teleponnya.
“beneran arga kak ? ya ampuuunnn,
kenapa aku harus satu rumah dengan cowok tengil itu sih. Trus ntar dia tidur
dimana ?” kak dika hanya mengangguk.
“disebelah kamar kamu.” WHATT ?? INI
NGGAK BISA DIBIARIN.
Terlihat kak dika berjalan menuju
pintu depan dan menyuruh arga masuk. Mereka saling berjabat tangan dan entah
apa yang mereka bicarakan. Dan kak dika pun mempersilahkan arga untuk duduk
bersama kami di meja makan.
“seneng banget ya, ternyata kita
satu rumah.” Kata arga sambil tersenyum lebar. Aku hanya diam.
“besok berangkat ke sekolah bareng
sama arga ya yu, kata mama pake aja mobilnya mama.” Kata kak dika. Ih males
banget kalo harus berangkat sama cowo tengil ini.
“nggak mau ah, mayu naik angkot aja.”
Kata ku dengan sambil menyuap nasi ayam rica-rica ku.
“eh mayu, uang bulanan ini nggak
termasuk uang transportasi kamu ke sekolah, belajar irit.” Ya ampun kak dika
perhitungan banget sih sama adiknya sendiri, naik angkotkan nggak sampai 50
ribu.
“iya yu nggak papa kita berangkat
bareng.” Kata arga.
“ih tapi aku nggak mau berangkat
sama kamu !” kata ku dengan nada kesal.
“ya kalo nggak mau juga nggak papa,
kakak nggak maksa. Tapi kakak nggak bakal ngasih kamu uang transport ya.” Kata
kak dika.
“udah ah, mayu mau tidur, ngantuk.” Kata
ku sambil pergi meninggalkan kak dika dan arga yang masih menyuap makanan
mereka.
“maaf ya kak, aku jadi ngerepotin
kalian.” Kata arga.
“nggak papa kok ga, oh iya maklumin
aja ya kalo mayu suka ngambek-ngambek. Biasa lah penyakit bulanan perempuan,
haha. Kalo besok mau berangkat sekolah,
kunci mobil ada di vas bunga yang disana ya.” Kata kak dika sambil meunjuk vas
bunga yang berada di sebelah televisi.
“iya kak, terima kasih. Oh iya,
kamar aku yang mana ya kak.”
“itu, kamar kamu diatas. Diatas ada
dua kamar, yang satu kamar mayu, satunya lagi kamar kamu.”
“oke, aku ke atas dulu ya.” Kata arga,
kak dika hanya mengangguk.
Haaa hari ini sangat sangat
menyebalkan, aku kurang sedekah kali ya. Hmm tapi kalo udah guling-guling di
ranjang dengan bedcover ungu ku ini, semua beban rasanya berkurang.
Sambil
ngedengerin lagu-lagu yang slow kayaknya asyik nih, hehe. Terasa jauh banget
DVD Player ku ini. Tempatnya dipojokan dekat balkon lagi.
“waah kamar tamu emang serba ungu
gini ya.” Hah ? suara siapa itu, jangan-jangan maling lagi. Aku langsung
mengambil bola tennis yang ada di dekat DVD Playerku.
“hiyaaaaaaa.... dasar maling !!”
kata ku sambil melempar bola tennis.
“heh heh mayuuu, ini aku arga.” Kata
arga sambil memegang kepalanya yang terkena lemparan bola tennis ku.
“oh kamu, aku pikir maling. Sori deh,
lagipula ngapain sih kamu masuk ke kamar ku?” kata ku heran.
“aku salah masuk kamar, aku pikir
ini kamar ku, aaww kepala ku !!” kata arga sambil mengaduh kesakitan. Sepersekian
detik arga pun jatuh pingsan tepat di hadapan mayu.
“ya Allah, arga !! eh bangun dong,
sorry deh. Argaa banguuunnn, aduh gimana nih ? KAK DIKA BURUAN @#$%^&*&^%$$”
arga pun langsung membungkam mulutku dengan tangannya.
“memar di kening ku ini bakal jadi
hutang buat kamu nona mayu, hahaha.” Kata arga dan ia pun langsung keluar dari
kamarku.
Aaarrggghhh awas aja nanti, bola
tennis belum seberapa, liat aja ntar pembalasanku.
