Ini kisah nyata tentang seorang gadis dari indonesia bernama ayura. Gadis berusia 19 tahun dan salah satu mahasiswi di politeknik samarinda.
Berbeda dengan namanya, ayura bukanlah gadis yang lemah lembut dan anggun layaknya gadis gadis di sekitarnya.
Ia lebih terlihat tomboy walaupun ia berhijab. Gadis berkacamata ini sangat pemilih dalam berteman.
Ya, dia anti berteman dengan orang yang hidupnya lebih dari sekedar cukup. Karena ayura berpendapat, mereka hanya hidup dengan uang bukan dengan manusia.
Ayura adalah anak seorang single parent. Ayura tinggal bersama ibu, kakak perempuan, kakak ipar dan empat keponakannya.
Ayura sangat bahagia bisa tinggal bersama dengan ibunya walaupun mereka berdua hidup dengan seadanya.
Ayura tidak suka bergantung dengan orang lain untuk urusan hidupnya, karena ia takut, saat ia menggantungkan hidupnya dengan orang lain, mereka akan memperlakukan ayura sesuka hati mereka.
Ayura sangat suka berbisnis, walaupun cuma sekedar bisnis kecil kecilan. Ia menikmatinya.
Ibu ayura hanya berjualan di warung kelontong, nasi bungkus dan membuat rempeyek. Setiap ayura membantu ibunya, ia selalu berharap suatu saat ia akan membuatkan suatu tempat usaha untuk ibunya. Jadi ibunya tidak perlu bersusah payah lagi.
Saat ini ayura berusaha untuk mencari uang tambahan untuk membantu ibunya. Ayura melakukan berbagai usaha dari menjual pulsa, berjualan hijab hingga berjualan makanan kecil.
Ayura tumbuh menjadi seorang yang kuat, layaknya seorang lakilaki. Ia tidak akan pernah membiarkan siapapun mengganggu ibunya ataupun mengejek ejek ibunya.
Ayura terlahir tanpa seorang ayah dan ia tidak pernah berharap untuk kenal siapa ayahnya.
Karena yang ayura tau, ayahnya adalah seorang lakilaki yang biadab dan tidak punya perasaan. Ia hanya tau ayahnya bukanlah seorang ayah yang baik hati dan mempunyai rasa cinta terhadap auura dan ibunya. Dan yang ayura tau saat ini, IA TIDAK PERNAH KENAL APA ITU AYAH, PAPA, BAPAK ATAU APAPUN ITU. YANG IA TAU, LAKILAKI ITU BIADAB.
Saturday, 8 March 2014
Subscribe to:
Posts (Atom)